Desa Pesayangan

Kec. Talang
Kab. Tegal - Jawa Tengah

Info
Selamat datang di Website resmi desa Pesayangan. Ayo... bawa Balita anda ke posyandu,,, cegah stunting itu penting..

Artikel

Sejarah Desa

Admin

26 Agustus 2016

658 Kali dibuka

Bahwa Desa Pesayangan ada sejak sebelum perang kemerdekaan tahun ( 1945-1949 ) dan  menurut cerita dari para tokoh masyarakat Desa Pesayangan diantaranya Kyai Kamali, bahwa konon cerita dahulu kala ada seorang pedagang dari Persia datang di desa ini bermaksud untuk berdagang.  Setiap hari pedagang dari Persia  tersebut berdagang keliling antar desa satu ke desa yang lain, dan setelah berlangsung lama ia akhirnya bermukim di desa ini. Dalam perjalannya ia kemudian berdagang sambil menyebarkan agama islam di desa ini dan masyakat setempat menerimanya dengan baik. Setiap hari pedagang Persia tersebut mengajarkan ajaran agama islam sehingga lama kelamaan banyak warga masyarakat yang datang untuk berbelanja ataupun hanya untuk  mendengarkan tentang kisah – kisah agama islam. Berawal dari itulah maka pedagang Persia tersebut menjadi terkenal dan banyak orang bertanya tentang asal-usul kehidupan pedagang Persia tersebut. Bahwa pedagang Persia tersebut bernama AL FAQIH dan pertama kali datang di Indonesia ia melalui jalur perdagangan di kepulauan Madura dan akhirnya sampai di desa ini.

Penduduk desa tersebut beraneka ragam mata pencahariannya, ada yang bekerja sebagai petani, kerajinan logam emas, kerajinan kulit, tembikar, dan sebagai pembuat dandang atau tukang sayang. Warga masyarakat dalam bekerja tak mengenal lelah dan tak mengenal waktu sehingga kehidupan di desa tersebut masyarakatnya sejahtera. Dulunya warga masyarakat belum begitu mengenal agama islam dengan baik, dan setelah AL FAQIH (pedaganga Persia) tersebut mengadakan kegiatan mengaji maka lama kelamaan kehidupan warga masyarakat menjadi berubah lebih baik dalam sisi beragama. Dulu orang bekerja tidak mengenal waktu untuk sholat, maka setelah mengaji dan tahu tentang sholat maka mereka dalam bekerja ada waktu istirahat untuk mengerjakan sholat. Sejak itulah maka AL FAQIH yang seorang pedagang dari Persia diberi gelar Kyai / Mbah  oleh penduduk setenpat.

Seiring berlalunya waktu, desa tersebut menjadi desa yang agamis, banyak penduduknya yang belajar/mengaji tentang agama islam, baik orang tua maupun anak muda, laki-laki dan perempuan. Suatu ketika ada seorang perempuan muda yang cantik datang mengaji kepada KyaiAL FAQIH. Perempuan itu begitu cantik dan lembut tutur bahasanya sehingga pedagang Persia tersebut menjadi jatuh hati. Bertahun-tahun Kyai AL FAQIH mengamati tingkah laku dan perbuatan perempuan cantik tersebut, dan akhirnya perempuan cantik tersebut disuntingnya menjadi pendamping hidup. Karna terlalu sayangan dan cintanya Kyai AL FAQIH kepada istrinya, segala permintaan dan kemauan istrinya selalu diturutinya. Padahal kehidupan seorang Kyai AL FAQIH sangatlah sederhana,  ia lebih mementingkan kehidupan akhiratnya ketimbang kehidupan dunianya. Suatu ketika sang istri minta dibelikan perhiasan emas sebagaimana orang-orang perempuan pada umumnya yang mengenakan kalung, gelang, anting dan sebagainya. Lagi-lagi karna sangat sayangnya Kyai AL FAQIH terhadap istrinya maka Kyai AL FAQIH menyuruh istrinya untuk menimba air di sumur belakang rumahnya dan setelah timba diangkat dari sumur, bukanya air yang diperoleh tetapi bongkahan emas yang didapat. Sungguh diluar dugaan pemikiran istrinya, ia tertegun dan sejenak ia beristighfar seraya mohon maaf kepada suaminya yang tak lain adalah Kyai AL FAQIH. Berita tentang kejadian aneh inipun kemudian menyebar dari mulut kemulut sampai akhirnya meluas sampai kepelosok desa. Sejak itulah maka nama desa tersebut menjadi DESA PESAYANGAN yang mengartikan rasa sayang dan kecintaan Kyai AL FAQIH terhadap istrinya yang di selaraskan dengan kegiatan masyarakat sebagai pembuat dandang atau disebut sebagai tukang sayang.

            Dalam perkembangannya Desa Pesayangan menjadi desa yang makmur penduduknya, maju dibidang ilmu agamanya, pertaniannya, perdagangannya, dan industrinya. Desa Pesayangan lama–kelamaan menjadi desa yang berkembang ramai. Apalagi dengan adanya pendatang yang ingin menetap dan tinggal di desa itu. Kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik, perdagangan berjalan lancar, baik perdagangan kerajinan kulit, kerajinan emas murni, perak, cor logam dan pertaniannya. Desa Pesayangan pantas menjadi desa berkembang karena memiliki potensi alam yang baik dan dilintasi Sungai Kali Gung yang membuat Desa Pesayangan menjadi subur. Kesejahteraan rakyat meningkat, dapat dilihat dari rumah-rumah warga yang dibuat dari beton dan telah memenuhi stándar kesehatan dan keindahan.

Sejak itulah maka Desa Pesayangan terkenal sebagai Desa Industri dan penghasil kerajinan baik dibidang kerajinan emas, perak, kulit maupun cor logam. Kini Desa Pesayangan menjadi desa yang maju dan menjadi desa yang bisa mengembangkan ekonomi rakyat dan untuk mensejahterakan rakyat. Dalam perkembangannya Desa Pesayangan banyak memperoleh sumbangan pemikiran ataupun  pelatihan-pelatihan dari pemerintah guna meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan diantaranya kursus atau pelatihan pengolahan kulit di Magelang, Yogyakarta dan Solo.

Dibidang kerajinan emas murni dan perak banyak memperoleh bantuan dari pemerintah, baik modal maupun kursus ketrampilan kerajinannya. Banyak sudah event ataupun pameran yang telah diikutinya diantaranya Pameran Home Industri di PRPP Semarang dan Jakarta. Desa Pesayangan yang merupakan desa sebagaimana pada umumnya,  kini menjadi desa maju dan berkembang dengan segala macam hasil produk yang berkualitas dan bersaing dikancah nasional.

Demikian sejarah Desa Pesayangan yang berhasil didokumentasikan.

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

MOH. ROSYIDIN, S.Sos NL.P

Sekretaris Desa

DEDEN ARISANDI

Kasi Pemerintahan

ACHMAD ZAMZAMI

Kasi Pelayanan

AHMAD ALIMUDIN

Kasi Kesejahteraan

AJI RIYANTO

Kaur Keuangan

NISA NABILA

Kaur Perencanaan

LELIA ASIAH

Kaur Tata Usaha dan Umum

ADHITYA RIZKI TRIO NUGROHO

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Pesayangan

Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah

Komentar

09 November 2022 10:58:26

bagus.......

Statistik Pengunjung

Hari ini:31
Kemarin:124
Total:51.541
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:44.197.231.211
Browser:Tidak ditemukan

Transparansi Anggaran

APBDes 2023 Pelaksanaan

Pendapatan

AnggaranRealisasi
Rp 1.676.017.353,00Rp 1.645.548.744,00

Belanja

AnggaranRealisasi
Rp 1.789.310.913,00Rp 1.736.214.366,00

Pembiayaan

AnggaranRealisasi
Rp 133.293.560,00Rp 133.293.560,00

APBDes 2023 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

AnggaranRealisasi
Rp 2.500.000,00Rp 0,00

Hasil Aset Desa

AnggaranRealisasi
Rp 75.000.000,00Rp 55.000.000,00

Lain-lain Pendapatan Asli Desa

AnggaranRealisasi
Rp 5.000.000,00Rp 0,00

Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 985.176.000,00Rp 985.176.000,00

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

AnggaranRealisasi
Rp 63.790.495,00Rp 61.139.986,00

Alokasi Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 438.830.858,00Rp 438.830.858,00

Bantuan Keuangan Provinsi

AnggaranRealisasi
Rp 5.000.000,00Rp 5.000.000,00

Bantuan Keuangan Kabupaten/kota

AnggaranRealisasi
Rp 100.000.000,00Rp 100.000.000,00

Bunga Bank

AnggaranRealisasi
Rp 720.000,00Rp 401.900,00

APBDes 2023 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 819.859.704,00Rp 787.178.157,00

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 572.611.209,00Rp 572.611.209,00

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 97.915.000,00Rp 82.400.000,00

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

AnggaranRealisasi
Rp 168.925.000,00Rp 168.025.000,00

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

AnggaranRealisasi
Rp 130.000.000,00Rp 126.000.000,00

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-6.915861397925936
Longitude:109.13628458976747

Desa Pesayangan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal - Jawa Tengah

Buka Peta

Wilayah Desa